Hukum Berdagang Al-Qur’an dan Kitab Hadits

Kita seringkali mendengar pernyataan, “janganlah engkau menjual-belikan ayat Allah dengan harga yang murah”, apa yang dimaskud dengan menjeal-beli ayat Allah dalam ayat tersebut? Apakah tersebut termasuk juga menjual-belikan kitab Al-Qur’an dan Kitab Hadits?

Jual-beli kitab, termasuk kitab Al-Qur’an dan Hadits, tidak dilarang, karena yang menjadi objek jual-belinya adalah kitab atau mushafnya yang termasuk barang yang baik dan bermanfaat serta tidak membawa mudharat.

Yang dilarang ialah menjual-belikan ayat dengan harga yang sedikit seperti dimaksud pada surat al-Baqarah ayat 41,

وَلاَ تَشْتَرُوْا بِآيَاتِى ثَمَنًا قَلِيْلاً وَإِيَّايَ فَاتَّقُوْنَ (البقرة : 41)

“Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada-Ku kamu bertaqwa”

Maksudnya agar jangan berpaling dengan meninggalkan petunjuk-petunjuk Al-Qur’an itu untuk mengejar keuntungan yang banyak, berupa harta atau pangkat. Keuntungan itu sangatlah kecil, karena bukan keridhaan Allah, bahkan adzab yang akan diterimanya.

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Tanya Jawab Agama  jilid 1 Hal. 18

The post Hukum Berdagang Al-Qur’an dan Kitab Hadits appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas