Meski Pandemi Permberdayaan Tidak Boleh Berhenti

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SLEMAN— Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah, Ahmad Ma’ruf menyebut, meski masa pandemi pemberdayaan masyarakat tidak boleh berhenti. Adanya larangan berkumpul harus disikapi dengan dengan kreatif.

Pandemi covid-19 mengubah banyak hal, kebiasaan bertemu antar manusia yang dibatasi mengharuskan kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan massa diakali/dicarikan alternatifnya. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bangun Akses Kemandirian (Bank) Difabel Ngaglik Sleman ketika menyelenggarakan RAT pada (7/2) di Balai Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman.

Kuni Fatona, Ketua KSP Bank Difabel Ngaglik menjelaskan bahwa meski di masa pandemi kegiatan RAT ini tetap  dilaksanakan, meski dengan protokol kesehatan ketat. Ia menambahkan, pandemic yang terjadi berdampak ke banyak hal, setelah kesehatan sektor ekonomi juga terdampak adanya pandemi.

Anggota kelompok yang mayoritas difabel juga turut merasakan, terlebih mereka adalah pekerja di bidang informal. Mulai dari tukang jahit, handy craft, servis alat elektronik, UMKM, sol sepatu, pedagang dan tukang parkir.

“Saat ini anggota KSP bukan hanya difabel dari kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman, tapi juga dari Bantul, dan Kulonprogo. RAT ini juga ada pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) yang meskipun tidak banyak, tapi semoga bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga karena dampak pandemi,” katanya.

Pada RAT kali ini dilakukan dengan cara yang berbeda, karena adanya peraturan larangan mengumpulkan orang, pembagian SHU dilakukan secara drive thru. Anggota yang mengambil SHU tidak perlu turun dari motor, melainkan diserahkan oleh petugas secara langsung di tempat yang telah disediakan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerumunan. Selain itu, anggota yang akan mengambil SHU diwajibkan membawa bolpoin sendiri yang akan digunakan tanda tangan, supaya tidak ada terjadi carier virus.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30-12.00 wib ini diikuti sebanyak 72 anggota yang hadir satu per satu. Sebelum masuk lokasi, anggota akan melalui pengecekan suhu, cuci tangan, dan diwajibkan memakai masker. Pada tahun 2020 KSP Bank Difabel Ngaglik membukukan nilai aset 293 juta, laba bersih 24 juta. Sebanyak 14,8 juta dibagi pada anggota sesuai tingkat partisipasi seperti kredit dan tabungan.

Meski selama 2020 Ada pandemi covid-19, koperasi milik difabel ini tetap berkegiatan dan menghasilkan keuntungan, tapi tidak ada pertemuan besar, lebih layanan personal di kantor KSP Bank Difabel.

The post Meski Pandemi Permberdayaan Tidak Boleh Berhenti appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas