Relawan SAR Muhammadiyah Dampingi Warga Bela dan Kopeang, Perlu Dua Hari Jalan Kaki untuk Sampai Di Sini

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAMUJU – Relawan kemanusiaan yang datang ke Mamuju untuk membantu korban gempa, banyak yang belum tahu tentang desa Ulu Taan yang berada di dusun Taan, Kecamatan Tapalang Mamuju. Termasuk SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI).

Jarak dusun Ulu Taan dari jalan raya trans Sulawesi, sekitar 8 km.Meski sedekat itu, tapi perjalanannya sungguh tak mudah. Itu pula alasan kenapa cuma sedikit relawan kemanusiaan yang tahu keberadaan dusun Ulu Taan.

“Perjalanan ke dusun Ulu Taman, sebagian melalui jalan cor yang sudah rusak parah. Sebagian lagi jalan tanah yang sekarang menjadi kubangan lumpur karena hujan dan longsor” kata Ketua Operasi Kemanusiaan SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) untuk Sulawesi Barat, M. Aris Wafdulloh alias Ramon (30/1/21)

“Lantaran medannya sulit itulah SARMMI mendirikan posko kemanusiaan di dusun Ulu Taan,” lanjut Ramon yang merupakan anggota Mapala Univ. Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

Diterangkan pula oleh Ramon, dusun Ulu Taan saat ini dihuni tiga ratusan jiwa. Mereka ada yang penduduk asli dusun Ulu Taan. Sebagian lagi pengungsi dari desa tetangga.

Listrik belum masuk ke dusun Ulu Taan. Untuk penerangan sehari-hari warga memakai listrik tenaga Surya dan lampu teplok dari kaleng bekas berbahan solar.

Kontribusi SAR Mapala Muhammadiyah se-Indonesia

Selain mendirikan TPA darurat, membuat MCK darurat, psikososial untuk kelompok rentan dan distribusi kebutuhan dasar pengungsi, kegiatan posko kemanusiaan juga mendata titik longsor dari dusun ulu Taan ke desa Bela dan desa Kopeang.

Dua desa itu merupakan desa paling terisolir di gempa Mamuju. Sepanjang jalan dari dusun Ulu Taan ke desa Bela dan desa Kopeang tertutup longsor. Padahal jalan itu satu-satunya akses transportasi.

Bantuan yang masuk ke sana didrop helikopter. Namun ada juga beberapa warga desa Bela dan desa Kopeang yang mengambil bantuan ke dusun Ulu Taan. Untuk sampai ke dusun Ulu Taan, mereka jalan kaki menembus puluhan titik longsor. Perjalanan pulang pergi ditempuh selama dua hari. Sambil memanggul bantuan yang didapat.

“Wilayah operasi kemanusiaan SARMMI meliputi pula mendampingi warga desa Bela dan Desa Kopeang. Tim SARMMI akan jalan kaki dari dusun Taan ke kedua desa itu. Perjalanan kami untuk mendata secara detil titik-titik longsor,” jelas Ramon.

“Data lapangan yang kami dapat, akan bermanfaat bagi semua pihak untuk menemukan solusi paling efisien guna membantu warga Bela dan warga Kopeang,” sambungnya.

The post Relawan SAR Muhammadiyah Dampingi Warga Bela dan Kopeang, Perlu Dua Hari Jalan Kaki untuk Sampai Di Sini appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas