Pemimpin Itu Tidak Boleh Hanya Mementingkan Diri Sendiri, Keluarga, atau Kelompoknya. Sekalipun Hanya di Dalam Do’a

MUHAMMADIYA.OR.ID, YOGYAKARTA—QS. Al Baqarah ayat 126 berbicara tentang doa Nabi Ibrahim dan jawaban Allah terkait dengan sebuah negeri yang aman. Dalam Pengajian Tarjih pada Rabu (27/01), Nur Kholis menerangkan bahwa negeri yang aman berarti tempat yang penuh dengan kedamaian, ketenangan, dan kemakmuran.

“Negeri yang ideal itu negeri yang di dalamnya ada kedamaian. Keamanan itu menjadi faktor penting bagi sebuah tempat yang bisa menghadirkan ketenangan dan kenyamanan. Di dalamnya juga ada kemakmuran dengan tercukupinya kebutuhan dasar,” terang Nur Kholis.

Nur Kholis menerangkan bahwa doa Nabi Ibrahim kepada Allah terkait harapan negeri yang aman dan rizki berupa makanan pokok bagi segenap warganya yang beriman. Akan tetapi, terang Nur Kholis, penggalan QS. Al-Baqarah ayat 126 menjelaskan bahwa doa seorang pemimpin tidak boleh hanya terbatas bagi kaum beriman saja tetapi mencakup seluruh penduduknya.

Sehingga teladan yang dapat diambil dari kisah Nabi Ibrahim dalam QS. Al Baqarah ayat 126 ini adalah seorang pemimpin itu tidak boleh hanya mementingkan diri sendiri, keluarga, atau kelompoknya. Sekalipun hanya di dalam doa, apalagi dalam kebijakan.

“Jadi pemimpin itu nanti, mohon maaf, tidak boleh berdoa seperti ‘Ya Allah, anugerahkan rizkinya hanya kepada orang Islam saja’. Tidak bisa begitu seorang pemimpin itu. Makanya, Allah sampaikan orang kafir sekalipun, Allah berikan kesenangan-kesenangan duniawi yang singkat,” tutur Nur Kholis.

Berdasarkan QS. Al Baqarah ayat 126, Nur Kholis menegaskan bahwa nikmat dunia bagi orang kafir tetap akan didapat. Sementara di akhirat nanti akan mendapatkan balasan. Akan tetapi poin penting dalam konteks kehidupan berbangsa adalah mendoakan yang terbaik bagi negeri yang didiami.

“Hikmah dari QS. Al Baqarah ayat 126 ini adalah kita harus meneladani Nabi Ibrahim yaitu senantiasa berdoa untuk kebaikan negara. Sebagai warga negara, doakan untuk negara kita. Kalau kita di Muhammadiyah maka doakan seluruh warga Muhammadiyah agar mendapat kenyamanan,” imbuh Nur Kholis.

The post Pemimpin Itu Tidak Boleh Hanya Mementingkan Diri Sendiri, Keluarga, atau Kelompoknya. Sekalipun Hanya di Dalam Do’a appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas