Muhammadiyah Diharap Permanenkan Divisi Layanan Kesehatan Jiwa

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Selama Pandemi Covid-19 ini, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) tidak hanya bergerak memberi bantuan secara fisik namun juga hadir dalam layanan dukungan psikososial (LDP).

LDP MCCC PP Muhammadiyah selama ini bergerilya membantu warga masyarakat dalam pelayanan konseling seputar kecemasan karena covid-19 hingga persoalan lainnya. Tidak hanya itu, baru-baru ini LDP MCCC PP Muhammadiyah juga meluncurkan buku berjudul Reclaim Your Soul : Berhenti Mengeluh Mulailah Bergerak.

Dijelaskan Ratna Yunita Setyani Subarjo, Koordinator LDP MCCC PP Muhammadiyah bahwasannya buku ini adalah kumpulan tulisan-tulisan hasil lomba yang diselenggarakan bulan Agustus 2020 lalu. Terkumpul 450 artikel yang terseleksi dalam 38 artikel terpilih. 38 Artikel terpilih itu diabadikan dalam buku Reclaim your Soul. Hal ini juga sebagai bentuk mendukung semangat literasi generasi muda di masa pandemi ini.

“Selama ini kita tau masyarakat Indonesia secara umum semangat membaca dan menulis kurang. Atas dasar meningkatkan Kesehatan mental di masa pandemi supaya tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri saja maka dibuatlah lomba kemudian menerbitkan buku ini,” terang Ratna, saat dihubungi redaksi muhammadiyah.or.id, Rabu (27/1).

LDP MCCC PP Muhammadiyah telah mencetak 300 buku yang sudah terjual sebanyak 60 buku. Rencananya 30% keuntungan dari penjualan buku akan dialokasikan ke pasien covid-19.

Mengingat peran Muhammadiyah yang begitu besar dalam segala bidang. Ratna berharap kedepannya Muhammadiyah memiliki layanan Kesehatan jiwa atau divisi permanen untuk layanan itu di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Berbeda dengan sakit fisik, gejala psikologis terkadang hadir tanpa disadari penderitanya sehingga akan sangat membantu jika Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memiliki layanan jiwa tersendiri.

“Jadi kepeduliaan terhadap kesehatan jiwa bukan ketika hanya ada kasus. Kemudian kalau kita punya relawan yang disiapkan secara psikologis lagi ya bisa tinggal menejunkan saja tidak kebingungan,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, Ratna memandang Muhamamdiyah sebagai organisasi besar, kenapa tidak merangkul masyarakat dari sisi kesehatan jiwa. Menurutnya ini kesempatan yang bagus.

“Syukur-syukur nantinya PKU bisa memiliki klinik kesehatan jiwa khusus hingga RSJ Muhammadiyah,” ujarnya.

Ditanya terkait pengelolaan Kesehatan Jiwa dimasa pandemi ini, Ratna mengungkapkan bahwa Kesehatan mental itu dimulai dari diri sendiri. Kecemasan yang dimiliki seseorang itu menular sehingga kecemasan perlu dikelola dengan baik.

“Kalau kecemasan itu menimpa kita, gimana caranya kecemasan itu tidak dipendam sendiri, sehingga kalau kita curhat akan menurunkan kecemasan kita. Bagaimanapun situasi ini yakinlah bahwa segala sesuatunya yang terjadi dalam ketetapan Allah,” kata dia.

Maka Ratna mengajak masyarakat apabila membutuhkan tempat konsultasi, curhat, karena ada sesuatu yang mengganggu dan membuat tidak bisa tidur LDP MCCC PP Muhammadiyah menyelenggarakan konseling gratis via daring.

“Semoga bisa membantu masyarakat supaya tidak terlalu banyak fokus terhadap masalahnya. Ngeluh boleh tapi jangan terus jadi berhenti mengeluh dan ayo mulai bergerak,” pungkasnya.

Untuk konsultasi ke LDP MCCC PP Muhammadiyah bisa menghubungi 087894696641 (Dewi)

The post Muhammadiyah Diharap Permanenkan Divisi Layanan Kesehatan Jiwa appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas