Meski Telah Divaksin, Harus Tetap Jaga Protokol Kesehatan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PABELAN – Tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap covid-19 mulai menurun, dibuktikan dengan terus meningkatnya kasus positif covid-19. Walaupun ada program vaksinasi tidak lantas membuat orang yang divaksin langsung terbebas dari covid-19.

Karenanya, Prof EM Sutrisna, Ketua Satgas Covid-19 UMS juga mengingatkan semua warga Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk tetap waspada terhadap Covid-19  walaupun tidak memiliki gejala.

“Saat keadaan normal kita patut berprasangka baik, namun di saat pandemi seperti ini kita patut waspada terhadap penyebaran virus Covid-19. Salah satunya dengan cara tes massa kita dapat membuktikan bahwa kita ini terpapar atau tidak. Sejauh ini banyak kasus yang tertular namun tidak disadari dari siapa,” kata EM Sutrisna, dalam Webinar Rapid Test dan Vaksin oleh Satgas Covid-19 UMS, Sabtu (16/1).

Ditambahkannya, sejak tanggal 13 Januari 2021 Indonesia telah resmi melakukan Vaksinasi dengan menggunakan Vaksin Sinovac. Menurut data BPOM, Sinovac memiliki tingkat keamanan yang baik hingga kurang dari 1% dan memiliki efikasi sekitar 65.3%. Namun menurut EM hal tersebut bukan menjadi bentuk pencegahan terhadap Covid-19.

“Pemberian vaksin ini bukan untuk mencegah terpapar dari Covid-19. Kalau mencegah dari terpapar itu namanya isolasi. Pemberian vaksin ini tujuannya adalah agar kita tidak merasa sakit saat kita terpapar Covid-19. Ketika orang itu sudah divaksin dan sudah terbentuk Herd Immunity, maka dia bisa beraktivitas dengan bebas dan jika mereka terpapar maka akan digolongkan ke dalam orang tanpa gejala (OTG),” terang EM Sutrisna.

Sedangkan, dr. Iin Novita Nurhidayati Mahmuda menjelaskan bahwa menjadi penerima vaksin harus bersikap jujur. Menurutnya, semua pertanyaan yang diberikan saat screening harus dijawab semua.

“Tidak perlu melakukan testing sebelum Vaksinasi jika dirasa dalam kondisi sehat. Harus jujur saat ditanya tim medis saat melakukan screening agar pemberian vaksinasi berjalan dengan lancer,”jelas Iin yang juga sebagai Ka. Prodi Profesi Fakultas Kedokteran UMS.

Iin juga menambahkan setelah divaksin diharapkan tetap menjalankan protokol kehesatan. “Tetap ikhtiar menjalankan 5M (Masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobiltas) dilaksanakan penuh kesadaran dan bertanggung jawab agar pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya.

The post Meski Telah Divaksin, Harus Tetap Jaga Protokol Kesehatan appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas