Empat Puluh Persen Aset dan AUM Muhammmadiyah di Sulbar Rusak Parah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAMUJU – Gempa bumi yang mengguncang Mamuju Sulawesi Barat pada Jum’at (15/1) mengakibatkan kerusakan di beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Mursalim selaku penaggung jawab Asesmen Lapangan MDMC Sulbar melaporkan, dari sebelas aset dan amal usaha muhammadiyah (AUM) yang terkonfirmasi dan terdata, ada empat yang mengalami kerusakan parah, yakni asrama putra dan Laboratorium Komputer Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah (MBS) At-tanwir Mamuju, Pagar Kampus Satu STIE Muhammadiyah Mamuju, taman kanak-kanak (TK) Aisyiyah Axsuri dan Klinik Muhammadiyah Mamuju.

Kemudian yang mengalami rusak ringan, Panti Asuhan Muhammadiyah Manakarra Mamuju, Kampus dua STIE Muhammadiyah Mamuju, taman kanak-kanak (TK) Fastabikhul Khairat, komplek muhammadiyah tanggul bergeser, rumah pemotongan hewan (RPH) Mamuju, Masjid Fastabikhul Khairat, Masjid Puncak Muhammadiyah dan Masjid Nun Walqalam MBS At-tanwir Mamuju.

“Kami masih menulusuri dan mengkonfirmasi apakah masih ada aset dan amal usaha Muhammadiyah yang belum masuk terdata,” ucap Mursalim seperti dikutip dalam sulbarmu.com pada Sabtu (16/1).

Terkait jumlah korban jiwa, Mursalim mengatakan saat ini baru satu warga Muhammadiyah yang terdeteksi menjadi korban, yakni dr. Adriani Kadir yang merupakan Pimpinan Aisyiyah Sulawesi Barat dan merupakan Istri dari Salihi Saleh Ketua BPH STIE Muhmamadiyah Mamuju, yang sekaligus Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat.

“Kemudian ada tiga orang yang luka ringan dan satu orang luka berat. Kami masih sementara tahap evakuasi korban lainnya siapa tau masih ada korban dari warga muhammadiyah,” terangnya.

Sementara Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat, Wahyun Mawardi menggelar rapat koordinasi dengan mengambil langkah cepat atas musibah gempa bumi berkekuatan 6,2 sekala rektar (sr) yang mengguncang Sulbar, Mamuju dan sekitarnya.

“Jam enam pagi tadi Ketua MDMC Pusat menelpon saya, beliau memerintahkan agar segera menetapkan poskor (pusat kordinasi), menentukan rekening bantuan, melakukan pendataan aset-aset amal usah muhammadiyah (AUM), melakukan pendataan lokasi-lokasi pengungsian dan mendata warga persyarikatan yang menjadi korban gempa”, urainya.

Kemudian Ketua MDMC Sulawesi Barat, Rusli, yang ditunjuk sebagai penanggung jawab menetapkan Masjid Fastabikhul Khairat Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam), sebagai pusat pos utama dan Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-tanwir Mamuju pos bayangan. 

The post Empat Puluh Persen Aset dan AUM Muhammmadiyah di Sulbar Rusak Parah appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas