Memfungsionalkan Iman dalam Diri dan Komunitas

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA– Iman dalam diri itu dapat difungsionalkan untuk memperkuat imun, dengan keimanan manusia mampu menenangkan hati dalam menghadapi situasi sulit di masa pandemi sekarang ini.

“Ketika menghadapai covid ini berusaha secara maksimal berdasarkan ilmu, juga berdasarkan spiritual, do’a mohon perlindungan kepada Allah. Maka kemudian kita bisa tenang,” tutur Hamim Ilyas, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah pada (7/2)

Menurutnya, jika keimaman seseorang itu benar dia akan memiliki keyakinan bahwa do’a yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah. Mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Hamim menyebut iman itu bukan hanya membuat aman dan damai bagi diri sendiri, tapi juga bagi tetanga (masyarakat).

Dosen UIN Sunan Kalijaga ini juga memaparkan, dalam hadis lain juga disebutkan tidak dianggap sesorang jika tidak memiliki kepercayaan. Pada sisi ini, keimanan bisa difungsionalkan dalam mengembang amanah atau jabatan. Bekal iman yang dimiliki seorang pejabat harusnya bisa difungsionalkan untuk jujur dan amanah.

“Menjadi guru berarti mengajar yang bener, ilmu yang disampaikan itu al ilm nuur atau ilmu yang menjadi cahaya-ilmu yang menyinari kehidupan ini,” imbuhnya

Iman jika difungsionalkan dalam diri seorang guru, maka pendidikan yang disampaikan oleh guru bukan hanya untuk transfer ilmu tapi juga mendidik murid menjadi manusia yang memiliki karakter dan hati yang kuat.

Adanya iman dalam hati seseorang yang berdampak aman selain bagi diri dan lingkungan, iman yang fungsional juga untuk menciptakan aman bagi keluarga. Dengan demikian, untuk memberi rasa aman dalam keluarga, maka azaz yang dipakai oleh Muhammadiyah-’Aisyiyah adalah monogami.

“Itu karena untuk memberi rasa aman kepada istri, bahwa bapak-bapak Muhammadiyah itu tidak poligami,” jelasnya

Fungsionalisasi iman juga bisa dilakukan di organisasi atau komunitas, pada level ini warga persyarikatan diharapkan bisa menciptakan rasa aman dan damai baik dalam dalam organisasi maupun di laur organisasi. Organisasi Islam adalah komunitas untuk dakwah yang mengajak kepada kebiakan, seperti dalam Q.S. Ali Imran : 104.

Alhamdulillah trust nya itu tinggi, kalau di perbankan Muhammadiyah itu menjadi nasabah premium. Ini Muhammadiyah bukti menjadi komunitas kaum beriman, karena termasuk didalamnya ada trust-nya,” ucap Hamim Ilyas.

The post Memfungsionalkan Iman dalam Diri dan Komunitas appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas