Pentingnya “Self Care” di Masa Pandemi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Tahun ini masih menjadi tahun yang berat, tentunya karena pandemi masih berlangsung dan semua aktivitas serba terbatas. Sebagai manusia, hal tersebut tentunya berdampak pada Kesehatan mental kita semua.

Asosiasi Psikolog di Australia menilai bahwa di masa pandemi ini emosi manusia terbagi dalam lima siklus. Pertama denial, merasa tidak menduga atau baik-baik saja, meningkat ke rasa marah, kemudian bersedih karena semua serba terbatas. Keempat masuk kepada fase bargaining lalu adjustmen.

Dijelaskan Anastasya Satrio, M.Psi, Psikolog, meski begitu, emosi manusia tidaklah lurus seperti jalan tol terkadang emosi itu naik turun dan berpindah-pindah antara emosi satu ke yang lainnya.

“Ini menjadi momen yang baik untuk mengenali pola emosi dan mengenali cara-cara yang praktis untuk mengelola Kesehatan mental,” ujarnya pada Covid-19 Talk on TV Muhammadiyah, Kamis (21/1).

Menurutnya, kondisi emosi selama pandemi ini memang menjadi tantangan. Sehingga, sebagai pribadi kita harus tau kapan diri kita merasa tidak baik-baik saja dan apa yang perlu dilakukan. Jika memang kita merasa harus berkonsultasi, maka bisa mendatangi psikolog.  

Tentu saja perubahan emosi yang kita alami akan berpengaruh ke lingkungan sekitar. Misalnya dalam keluarga, mood ibu mempengaruhi mood anak. Apalagi di masa pandemi ini peran ibu bertambah sehingga emosinya bisa naik turun dan biasanya anak merasakan juga.

“Semua dihadapkan di depan kita kayak air bah tapi harus tetap mengelola Kesehatan mental. Jadi saya sarankan kepada bapak ibu untuk setiap hari di pagi hari self care (peduli terhadap diri sendiri) melakukan cara-cara (untuk healing),” kata dia.

Menurutnya, sebagai orang dewasa kita perlu waktu menenangkan diri itu. Ambil waktunya dan coba praktekkan latihan tarik nafas yang bisa dilakukan dengan berbagai teknis. Bisa juga dengan menginjak rumput juga berjemur. Dengan melakukan itu, bisa membantu mengelola mood yang sedang down.

Selain itu, kita juga perlu memperhatikan nutrisi yang masuk dalam tubuh. Anastasya mengatakan jika kita memiliki banyak kecemasan maka kita perlu mengonsumsi sayuran hijau. Kandungan dalam sayuran hijau dapat membantu diri kita menjadi lebih tenang.  

Banyak orang mengeluhkan kesulitan menemukan waktu untuk self care. Namun, Anastasya meminta agar kita mengubah mindset itu. “Gimana saya harus mencuri waktu untuk bisa Tarik anfas pada diri saya,” ungkapnya.

Misalkan bisa bangun lebih pagi atau tidur lebih malam. Termasuk, dia menyarankan agar anak-anak dibiasakan tidur teratur, agar sisa waktu anak-anak setelah tidur itu bisa digunakan orang dewasa (orang tuanya) untuk self care.  

The post Pentingnya “Self Care” di Masa Pandemi appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas