Bermuhammadiyah itu Berislam yang Menggembirakan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Dr. Muhammad Ziyad, M.Ag, Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah mengatakan salah satu kehebatan dan keunggulan ajaran Islam adalah Islam senantiasa bisa beradaptasi dan diadaptasikan dalam ruang dan waktu dan dalam pergeseran perubahan apapun.

Sebagai contoh, pada zaman nabi Islam hadir dalam bentuk yang sederhana. Pada zaman pertengahan Islam hadir dalam format perkembangan zaman. Sementara saat ini Islam juga hadir seiring dengan kemajuan teknologi.

Maka, menurut Ziyad dakwah dalam masa pandemic tidak boleh berhenti tetapi harus terus semakin gencar. Mengapa? karena banyak orang mengalami ketakutan dan kecemasan yang luar biasa sehingga orang hampir melupakan apa yang disebut dengan ketetapan Allah.

“Sehebat apapun ketika orang sudah dinyatakan vonis covid-19, ustad sekalipun dia akan bercucuran air mata didalam. Karena mendegarkan berita yang luar biasa. Tidak ada sakit yang paling berat kecuali sakit covid-19 yang bahkan tidak bisa ditunggu oleh siapapun termasuk orang tercinta. Kalau meninggal tidak bisa diantarkan. Maka disinilah pentingnya dakwah itu hadir,” jelas Ziyad, pada kegiatan Hari Bermuhammadiyah Tegal, Ahad (24/1).

Dakwah Muhammadiyah yang berupaya digaungkan dengan prinsip menggembirakan masih terus dilakukan. Bahkan, kata Ziyad, bermuhammadiyah itu berislam yang bergembira. Mengapa? Karena salah satu watak dan dasar orang yang berislam itu adalah menganggap kehidupan ini adalah menyenangkan. Prinsip dakwah inilah yang terus dipegang oleh Muhammadiyah.

“Ketika diberi rezeki ia bersyukur pada Allah. Ketika diberi sakit ia bersabar dan mengharap pertolongan Allah maka kemudian hatinya terkayakan dan memiliki kekayaan batin yang kuat,” ujarnya.

Meski begitu, tak dipungkiri Ziyad, bahwa masa pandemic ini juga menyisakan tantangan yang ada. Kemudahan informasi saat ini membuat orang banyak dihinggapi prasangka yang ini sangat berpengaruh pada pola dakwah para daí Muhammadiyah.

Maka, menurutnya, tugas para daí Muhammadiyah adalah meluruskan opini. Jangan lupa untuk selalu berpesan jika datang orang fasik yang menyebarkan informasi belum pasti kebenarannya maka bertabayyunlah.

Dakwah pencerahan harus menjadi spirit yang terus dilakukan para daí Persyarikatan. Dalam dakwah, harus terus mengedukasi dan membimbing umat untuk kembali pada pengetahuan yang lurus atau pada informasi yang benar.

Spirit menyatukan, menyelaraskan antara tuntunan syariah dengan sains terus beriringan sejalan dengan perkembangan sasaran dakwah Muhammadiyah.

The post Bermuhammadiyah itu Berislam yang Menggembirakan appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas