Sembilan Tipe yang Melekat di Kepemimpinan Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, GRESIK– Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto dalam kegiatan Supervisory Management Session 3 yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik, (23/1) menyampaikan tentang tipe menjadi kepemimpinan di Muhammadiyah.

Pemimpin Muhammadiyah masa lalu, paparnya, telah berhasil menjadikan dirinya sebagai teladan dalam kehidupan keberagamaannya. Berakidah tauhid yang murni menjadikan mereka pemberani dan tidak takut kepada apapun, dan tentu juga anti-kemusyrikan dan TBC (takhayul, bid’ah, churafat).

Sehingga tipe pertama pemimpin di Muhammadiyah adalah Spiritualitas Islam. Karena kepiawaian memimpin harus memadukan antara bekal intrinsik yang merupakan kualitas individual (hard skill) yang mumpuni dipadukan dengan kemampuan soft skill untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan berorganisasi.

Kedua, wawasan keislaman. Paham  Islam yang dibawa KH Ahmad Dahlan adalah khas. Ia memadukan nuansa puritan, rasional, modern, progresif dan aktivisme amal sholeh dalam gerakan Muhammadiyah.

Islam sebagai agama shalihun likulli zaman wa makan, menjadikan syarat pemimpin di Muhammadiyah harus paham tentang keadaan Indonesia dan dunia mutakhir. Pemahaman terhadap konteks peradaban modern penting dimiliki oleh pemimpin Muhammadiyah agar tidak gagap dalam membawa ummat dalam membumikan nilai ajaran Islam.

Keempat, memiliki seni kepemimpinan. Menurutnya, inti kepemimpinan dalam Muhammadiyah adalah menggerakkan. Kemampuan menggerakkan merupakan seni kepemimpinan yang perlu terus dikembangkan.

“Muhammadiyah merupakan gerakan amal shalih yang bersifat partisipatoris. Melibatkan dan menggerakkan banyak orang bukan dengan kekuatan materi, tetapi dengan kekuatan spiritual,” katanya.

Kelima, paham administratif dan manajerial. Berkaca dari Budi Oetomo, KH. Ahmad Dahlan belajar metode dan menggerakan aksi masa. Sehingga diperlukan pemimpin yang bertipe administrator, supaya bisa menggerakkan orang yang dipimpin dan mengikuti regulasi yang telah ada.

Keenam, lentur dalam dakwah. Muhammadiyah adalah gerakan Dakwah Islam Amar Maruf Nahi Munkar di bidang kemasyarakatan. Dakwahnya ditujukan kepada perseorangan dan masyarakat, menurutnya kepada yang belum Islam dakwah adalah ajakan untuk berislam, dan kepada yang sudah Islam dakwah adalah memurnikan ajaran.

Ketujuh dan delapan adalah kepemimpinan kolektif kolegial dan berkemajuan. Kedua tipe tersebut tidak bisa dilepaskan dari krakteristik kepemimpinan di Muhammadiyah. Terkahir adalah pemimpin yang bisa bersinergi atau networking.

The post Sembilan Tipe yang Melekat di Kepemimpinan Muhammadiyah appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas