Di Masa Sulit Pandemi, Tidak Pantas Memamerkan Kemewahan Hidup

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – September 2020, Indef memperkirakan kemiskinan naik sebesar 1,63 juta jiwa akibat pandemi. Depresi masal sektor ekonomi mempertajam jarak sosial antara yang kaya dan miskin. Angka tersebut diperkirakan jauh lebih besar pada awal Januari 2021.

Karena itu, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah mengingatkan agar masyarakat yang berkecukupan lebih banyak menampilkan sikap filantropisme, yakni upaya menolong orang daripada menunjukkan kemewahan.

“Setidaknya, sikap-sikap filantropis dan sikap tidak menunjukkan kemewahan hidup bagi segelintir orang kaya di arena publik menjadi sangat penting. Tunjukkan sikap-sikap gotong royong dan kesederhanaan hidup,” demikian tertulis dalam rilis yang dikeluarkan pada Selasa, (12/1).

Menurut MEK, gotong royong dan kepedulian yang ditunjukkan akan lebih bermanfaat dalam menghadapi masa-masa sulit yang dirasakan sebagaian besar kelompok menengah ke bawah.

“Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi ke depan, kemitraan dan kebijakan gotong royong antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah harus menjadi skala prioritas. Ketidakpastian hanya bisa diatasi dengan kebersamaan, bukan dengan kepongahan antarpihak,” tulis MEK.

The post Di Masa Sulit Pandemi, Tidak Pantas Memamerkan Kemewahan Hidup appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas