Cita-cita itu Nalar Pikir untuk Merekonstruksi Masa Depan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, KUDUS – Pendidikan dasar adalah pondasi yang menentukan bagaimana kekuatan bangunan yang berdiri di atasnya. Pendidikan dasar adalah konstruksi yang menentukan kualitas dan daya tahan bangunan tersebut.

Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah menyampaikan, pendidikan adalah proses kamulatif, longitudinal, berkesinambungan, sehingga hampir semua penelitian menunjukkan bahwa masa-masa awal pendidikan adalah masa yang nentukan keberhasilan pada jenjang pendidikan berikutnya. Pengalaman kehidupan pada masa belia adalah dasar yang mementukan kepribadian manusia pada masa kehidupan yang seterusnya.

Hal itu disampaikannya pada resepsi virtua milad 1 abad SD Muhammadiyah 1 Kudus (sdmutuku), Sabtu (9/1).

Dari pengalamannya kehidupan itu, lanjut Mu’ti,  maka anak perlu mendapatkan pendidikan dasar yang hebat dan keluarganya yang hangat. Bisa dipastikan, anak-anak itu akan menjadi semangat.  

“Semangat itu tidak dibatasi oleh bangunan, tidak dibatasi oleh gedung, karena semangat adalah nalar pikir untuk merekontruksi masa depan dan merancang masa depan itu dalam cita-cita masa kanak yang luar biasa,” ungkapnya.

Jika dulu guru kerap menasehati muridnya untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit maka mungkin saja maksudnya jangan kita ini berimajinasi yang sempir terhadap masa depan.

“Sebab masa kecil adalah masa yang tepat untuk menancapkan mimpi-mimpi. Oleh karena itu, kulaitas pendidikan dasar bagian yang penting dari kita membangun bangsa yang hebat, membangun umat yang kuat,” jelas Mu’ti.

The post Cita-cita itu Nalar Pikir untuk Merekonstruksi Masa Depan appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas