Adanya Vaksin Bukan Alasan untuk Melonggarkan Protokol Kesehatan

MUHAMMADIYAH.ID, SURABAYA – Ahli Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya Nabil Salim mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi disiplin protokol kesehatan kendati vaksin Covid-19 telah tersedia.


“Vaksin Covid-19 sendiri merupakan komponen yang esensial untuk mengakhiri pandemi ini, tetapi vaksin saja tentu masih tidak cukup,” ucap ahli patologi klinis kepada media, Kamis (7/1).


Vaksin bukan alasan untuk melonggarkan kedisiplinan, sebab selama pandemi ini masih terjadi artinya kehidupan tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama sebelum pandemi terjadi.


Pemerintah Indonesia menargetkan program vaksin untuk sedikitnya 181 juta orang akan dimulai pekan depan. Saat ini pemerintah masih menunggu hasil uji klinis dari BPOM dan status kehalalan dari MUI.


Pada rapat terbatas di Istana Negara, Rabu (6/1) Presiden Joko Widodo menyebutkan 329 juta dosis vaksin dengan bermacamjenis telah dipesan oleh Indonesia. Jenis terbanyak adalah vaksin Sinovac yang berjumlah sekira 125,5 juta dosis.


Terkait vaksin Sinovac, Nabil Salim yang juga bertugas sebagai Ketua Satgas Covid-19 Fakultas Kedokteran UM Surabaya tersebut menghimbau agar warga Muhammadiyah tenang. Vaksin Sinovac menurutnya aman berdasarkan hasil studi di Brasil dan Turki.


“Dilaporkan efikasinya 50-90 persen yang mana artinya sudah memenuhi batas minimal yang aman untuk menurunkan angka penularan Covid-19 dan tidak memiliki efek samping yang berarti. Kita tunggu saja izin edar BPOM,” jelasnya. (afn)

The post Adanya Vaksin Bukan Alasan untuk Melonggarkan Protokol Kesehatan appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas