Dunia Bergeser ke Digital, Muhammadiyah Butuh Kader Melek Dunia Digital

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA– Pandemi covid-19 mempercepat laju peradaban manusia 10 tahun lebih cepat. Aktivitas manusia yang biasanya dilakukan secara analog-konvensional, kini bergeser ke aktivitas yang dilakukan secara digital.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Pustaka Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, Machnun Uzni pada (5/1). Menurutnya covid-19 ini menghantarkan dan memaksa manusia untuk melakukan lompatan menuju dunia digital.

“Inilah yang coba kita hadirkan, bagaimana dakwah itu tidak mengenal ruang dan waktu. Sehingga kita bisa bertatap muka dari Samarinda dengan Jogja dan sebagainya,” tuturnya

Karenanya ia mengajak kepada warganet, terlebih dari kalangan Muhammadiyah untuk menyampaikan baik berupa tulisan, video dan lain-lain sebagai syiar dakwah digital di media sosia berupa konten yang mengemberikan.

Menurutnya, meskipun saat ini terdapat aturan pembatasan jarak dan larangan mengumpulkan massa, namun aktivitas dakwah tidak boleh berhenti. Yakni dengan memanfaatkan platform media digital sebagai ruang dakwah.

Di kawasan Kalimantan Timur sendiri, kata Machnun Uzni, hampir setiap sore selain hari Sabtu, Muhammadiyah selalu mengadakan pengajian online yang mengangkat tema sesuai dengan realitas di sana.

Syiar Dakwah Digital

“Literasi media seperti koran dan media cetak lainnya yang mengalami penurunan, maka media online inilah yang menjadi pijakan kita untuk tetap bagiamana menebarkan kebaikan-kebaikan, ataupun mengajak orang untuk peduli ke lingkungan dan lain sebagainya,” urainya

Bergesernya aktivitas manusia ke dunia digital, berimplikasi pada seamkin intensnya pelibatan kader-kader muda Muhammadiyah yang ‘melek’ media dalam syiar dakwah.

Kata Machnun, mayoritas pelaku dan pengerak syiar dakwah digital yang berada di Kaltim adalah para kader muda, hal ini dimanfaatkan juga untuk kaderisasi non-formal.

Meski demikian, syiar dakwah digital tidak mengkesampingkan peran kader tua. Melainkan antara kader tua dan kader muda disinergikan dalam produksi konten syiar dakwah digital.

Misalnya penguatan dan pendalaman materi dakwah menjadi job desk kader tua, dan sebagai eksekutor atau kerja teknis adalah job desk kader muda.

The post Dunia Bergeser ke Digital, Muhammadiyah Butuh Kader Melek Dunia Digital appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas