Memahami Moderasi Faham, Agama, Politik, dan Budaya

MUHAMAMDIYAH.OR.ID, PURWOREJO – Seharusnya Muhamamdiyah sudah melakukan Muktamar namun karena pandemi Muktamar tertunda pada 2020. Sama halnya dengan, Musyawarah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (Musypimda) yang biasanya terselenggara tiap tahun harus diundur demi keselamatan bersama.

Begitu dikatakan Pujiono, Ketua PDM Purworejo, Rabu (30/12). Menurutnya meski pandemi masih berlangsung Ia patut berterimakasih pada seluruh anggota PDM atas kinerjanya selama ini.

 “Musypimda ini merupakan ajang untuk mendapatkan laporan hasil kerja dari semua majelis dan lembaga. Ada beberapa amal usaha di masa pendemi ini sangat terpukul, khususnya di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Hal ini menjadi tantangan buat kita, oleh karena itu perlu dimusyawarahkan bersama,” terangnya.

Sementara itu, Tafsir, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa tengah mengarahkan para pimpinan untuk memahami moderasi. Yakni moderasi faham agama, politik, dan budaya.

“Moderasi faham agama yaitu apa yang sudah diwahyukan Allah lewat nabi Muhammad SAW serta sunah rasulullah saw. yang shahih. Sementara moderasi politik banyak kader kita yang jarang terjun secara langsung,” kata Tafsir.

“Oleh karena itu usahakan kita mengikutinya walapun tidak menjadi loyalis. Sedangkan moderasi budaya, warga Muhammadiyah diharapakan tidak terlalu jauh dari kebudayaan lokal,” imbuhnya.

The post Memahami Moderasi Faham, Agama, Politik, dan Budaya appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas