Hajriyanto Dorong Penulisan Buku Tentang Almarhum Ali Taher

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Mengenang amal baik selama hidup mendiang Allahyarham Ali Taher Parasong, PP Pemuda Muhammadiyah menggelar takziah online dengan keluarga almarhum, sejawat, dan para aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah, Senin (4/1).

Takziah online digelar sebab sosok almarhum Ali Taher bukan hanya dikenal sebagai seorang aktivis Muhammadiyah yang langka, tapi juga sosok yang dekat dan teladan nyata bagi angkatan muda.

“Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah seringkali meminta wejangan ke beliau untuk bagaimana langkah dakwah yang pas dan bagaimana tidak menyingkirkan gerakan-gerakan yang lain,” ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto membuka acara.

Cak Nanto berharap seluruh kader angkatan muda mengambil teladan dan semangat dakwah almarhum Ali Taher Parasong yang dinilainya tak pernah mengenal lelah, putus asa atau menyerah.

“Saya kira teladan dan spiritnya perlu terus kami lestarikan dalam rangka menanamkan nilai-nilai dakwah yang ke depan mungkin lebih sulit daripada yang beliau alami,” harapnya.

Menyambung Cak Nanto, putra almarhum Ali Taher, Sedek Bahta menuturkan bahwa ayahnya sedikit memberi nasihat melalui perkataan. Ali Taher menurutnya suka memberikan tindakan dan contoh sebagai nasihat.

Rasa Kehilangan yang Besar dari Sosok Ali Taher Parasong

Turut mengenang, Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Thohari menyatakan bahwa sejak belia hingga akhir hayatnya, Ali Taher Parasong sangat aktif melibatkan diri dalam agenda Persyarikatan.

“Bu Noordjannah (Ketua PP ‘Aisyiyah) cerita keaktifan beliau hadir di Muktamar dan Tanwir, selalu bertemu almarhum Ali Taher. Betapa aktifnya beliau,” tutur Hajriyanto.

Untuk mewariskan nilai-nilai keteladanan yang ditinggalkan, Hajriyanto mendorong agar angkatan muda segera membuat buku bunga rampai tentang almarhum Ali Taher.

“Generasi muda Muhammadiyah lihatlah jejaknya. Ini sebuah teladan yang konkrit di depan mata kita,” tegas Hajriyanto kepada ratusan petakziah online yang hadir.

Ali Taher Parasong wafat di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Ahad (3/1) karena Covid-19. Meskipun kondisinya memburuk, Ali Taher seperti biasa tak mau menampakkan sikap selain optimisme dan selalu menyembunyikan rasa sakit yang dideritanya.

Tidak hanya kalangan Persyarikatan, kepergian Ali Taher Parasong juga membuat berbagai kalangan yang pernah bersinggungan dengan beliau menyatakan duka cita mendalam.

Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menolak untuk bergabung dalam takziah online karena kesedihan terhadap sosok Ali Taher. Sementara itu Bupati Tangerang Azaki Ramadan yang turut hadir menyatakan bahwa dirinya dan warga Tangerang merasa kehilangan sosok dermawan dan rendah hati seperti Ali Taher Parasong. (afn)

The post Hajriyanto Dorong Penulisan Buku Tentang Almarhum Ali Taher appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas