Praktik Baik Penggunaan Participatory Analysis and Reflection (PAR) dalam Refleksi Program LLHPB ‘Aisyiyah 2015 – 2020

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – “Sebagai Lembaga yang paling muda di ‘Aisyiyah, LLHPB telah melakukan karya-karya luar biasa melampaui dari apa yang telah diprogramkan, di tengah badai bencana yang bertubi-tubi, antara lain tsunami di Pandeglang, kemudian Gempa Bumi di Palu, yang sekarang Pandemi Covid-19.” ungkap Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Koordinator Bidang LLHPB dr. Atikah M. Zaki, MARS.

Menurutnya, di dalam perjalanannya LLHPB banyak sekali diminta bekerjasama, salah satunya kerjasama dengan The Asia Foundation dalam melaksanakan program ‘Membangun Kelentingan Keluarga dan Komunitas di Masa Pandemi Covid-19’ di 16 Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah.

Ia berharap kiprah LLHPB ‘Aisyiyah akan terus berkembang melalui pertemuan refleksi ini.  “Dengan mengetahui kekuatan kemudian kelemahan, semoga kita mampu melihat peluang – peluang yang ada pada lembaga LLHPB ini untuk bisa dikembangkan.” pungkasnya.

Proses Refleksi Menggunakan Teknik PAR (Participatory Analysis and Reflection)

Pertemuan Refleksi yang menggunakan teknik PAR (Participatory Analysis and Reflection) ini difasilitatori oleh Rahmawati Husein, Ph.D  Wakil Ketua LLHPB PP ‘Aisyiyah. Ia menjelaskan bahwa tujuan PAR secara umum yaitu untuk melakukan evaluasi, analisis, dan refleksi bersama.

 “Jadi Ibu-Ibu yang menjadi anggota LLHPB diharapkan memahami program-program yang sudah kita putuskan bersama, kemudian ketika kita sepakat untuk menjalankan kegiatan itu,”kata dia.

Rahmawati Husein mengungkapkan, refleksi ini menjadi pembelajaran bagi LLHPB supaya program-program ke depan, dan masalah-masalah yang kiranya pernah terjadi tidak terulang kembali.

Adapun hal-hal yang direfleksikan yaitu mengenai pengelolaan program, baik secara administrasi, keuangan, dan manajemen.

“Ini juga menjadi catatan, bagaimana secara administrasi kita melakukannya, keuangannya, kemudian manajemennya seperti apa? Apakah semua struktur organisasi juga berfungsi?” terangnya saat memantik diskusi. Selain itu, ia berharap hasil refleksi ini mampu mengidentifikasikan komitmen dan strategi implementasi program, agar implementasi program selanjutnya menjadi lebih efektif.

Merajut Sinergi dengan Majelis/Lembaga yang Lain

Usai proses diskusi refleksi, Rohimi Zamzam, Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang turut hadir mengikuti acara refleksi tersebut memberikan apresiasi dan semangat kepada anggota pengurus LLHPB PP ‘Aisyiyah.

“Hal-hal yang tadi sudah diputuskan, ada capaian, tantangan, serta solusi dan rekomendasi, nah itu yang mau kita sinergikan dengan majelis/lembaga yang lain. Mana irisannya yang ketemu, di situ kemudian kita akan menjahit rangkaian dari kain-kain ini menjadi sesuatu yang indah,” ungkapnya.

Kontributor: Dzikrina Farah Adiba/ Relawan LLHPB ‘Aisyiyah

The post Praktik Baik Penggunaan Participatory Analysis and Reflection (PAR) dalam Refleksi Program LLHPB ‘Aisyiyah 2015 – 2020 appeared first on Cahaya Islam Berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas